REAL ESTATE BUSINESS, LAND OR HOUSE FOR SALE AND RENT OF BUILDING.BISNIS PROPERTI,TANAH, RUMAH. JUAL DAN SEWA GEDUNG

BARAMULYA PROPERTY

3/25/2010 12:03:00 PM / /

 

INDONESIA PROPERTY BUSINESS

Tips jitu dalam bisnis jual beli properti baik berupa rumah atau tanah

3/23/2010 11:03:00 AM / /




Sebaiknya hindari sebagai berikut:


1. Rumah yang letaknya paling rendah di kawasan. Prinsipnya, karena air mengumpul pada titik yang terendah, maka akan membuka kemungkinan terjadinya banjir paling parah atau genangan air yang tak kunjung reda pada rumah yang dimaksud.

2. Rumah di bawah tanggul / batas daerah yang lebih tinggi. Pada beberapa lokasi yang berkontur, perumahan 1 berada lebih tinggi dari perumahan 2 dan dibatasi dengan tanggul atau batas perumahan. Jika terjadi banjir dan air mengalir melalui perumahan 1 ke perumahan 2, maka rumah yang terdekat dengan batas tanggul akan terkena terjangan air dan mengalami kerusakan lebih parah.

3. Rumah lebih rendah dan Jalan. Potensi air mengalir masuk rumah.

4. Rumah di bawah kabel listrik tegangan tinggl. Tegangan listrik mengakibatkan adanya suatu kawasan elektrosmog di sekitarnya. Elektrosmog merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut polusi elektromagnetis yang disebabkan oleh medan listrik dan atau medan magnet. Elektrosmog ini dapat mempengaruhi kesehatan, karena mampu merusak jaringan-jaringan terkecil tubuh manusia.

5. Rumah di atas tanah yang berpasir, di atas rawa, dan bertanah liat. Bagi sebagian orang, tanah berpasir memiliki nilai fengshui yang tidak baik. prinsipnya sifat pasir yang mudah buyar, mudah terkena erosi dan keterikatan antar benda kurang, membuat bangunan di atasnya mudah retak dan rawan runtuh. Tanah yang baik terlihat dan kepadatannya saat diinjak, subur, beraroma segar sehingga Anda merasa nyaman dan aman saat beada di atasnya.

6. Rumah tusuk sate. Rumah pada posisi ini mudah terganggu sinar lampu mobil di jalan dan berisiko tertabrak mobil yang nyelonong dan arah depan. Debu yang masuk ke dalam rumah lebih banyak karena terekspos langsung dari 3 arah jalan sekaligus.

7,Rumah dengan sejarah kurang baik atau pernah terjadi peristiwa berdarah di dalamnya.

Berdo'a dan Selamat serta sukses always, amin

Label:

Nomenklatur dalam Pertanahan dan perumahan

3/23/2010 11:01:00 AM / /


AJB =Akta Jual Beli
Anuitas rest =Bunga yang dibayar berdasarkan sisa pokok kredit bulan sebelumnya, bunganya menurun sesuai dengan saldo pinjamannya.
BBN =Bea Balik Nama
BPHTB =Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan
BPN =Badan Pertanahan Nasional
Bunga Flat =Bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas
Floating rate=Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik turunnya suku bunga bank
Gain =Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan
GSJ =Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah GSJ yang ditetapkan dalam rencana kota.
IMB =Izin Mendirikan Bangunan
Indent =Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu
KPR =Kredit Kepemilikan Rumah
KPA =Kredit Pemilikan Apartemen
KDB =Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota
KLB =Koefisien Lantai Bangunan adalah perbandingan jumlah luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota.
NJOP =Nilai Jual Objek Pajak
NPWP =Nomor Pokok Wajib Pajak
PPh =Pajak Perolehan penghasilan
PBB =Pajak Bumi dan Bangunan
PPJB =Pengikatan Perjanjian Jual Beli
PPN =Pajak Pertambahan Nilai
Rusunami =Rumah Susun Sederhana Milik
Rusunawa =Rumah Susun Sederhana Sewa SPPT =Surat Pemberitahuan Pajak
SIUP =Surat izin untuk melakukan kegaiatan usaha perdagangan
SHGB =Sertifikat Hak Guna Bangunan
SHM =Sertifikat Hak Milik
SPOP =Surat Pemberitahuan Objek Pajak
TDP =Tanda daftar yang diberikan oleh dinas pemerintahan kepada perusaahaan yang telah disahkan pendaftarannya
Booming: kondisi pada saat tertentu ketika di suatu daerah terjadi peningkatan kegiatan investasi.
Cluster: kelompok bangunan yang dibentuk oleh pengembang dengan membagi sebuah site plan kawasan properti menjadi beberapa bagian dengan tujuan utama untuk segmentasi bangunan berdasarkan tipe dan luasan.
Demand: tingkat permintaan yang menggambarkan besarnya permintaan masyarakat terhadap objek properti.
Good investment: pengambilan sebuah keputusan yang tepat dalam sebuah investasi sehingga dikatakan sebagai sebuah investasi yang baik.
Loss transaction: jumlah dalam nominal mata uang yang hilang pada saat melakukan transaksi investasi yang tidak terlihat secara kasat mata, misalnya jumlah prosentase yang harus dibayarkan kepada seorang broker sa at pembelian sebuah properti, jumlah PPh yang dikeluarkan, dan lain-lain.
Nice property: properti yang dinilai bagus dilihat dari berbagai sisi, baik menyangkut lokasi, ukuran, dan kondisi bangunannya.
Property crash: kondisi pada saat aktivitas investasi mengalami goncangan karena goyahnya perekonomian
di suatu negara.
Prosperous: prospek; kondisi pada sa at tertentu yang terjadi di suatu daerah ketika dinilai sebagai sebuah daerah yang potensial untuk dijadikan sebagai objek investasi.
Recession: resesi; kondisi pada saat tertentu ketika di suatu daerah terjadi penurunan daya beli masyarakat.
Site plan: rencana tapak; gambar dua dimensi yang menunjukkan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap sebuah kaveling tanah, baik menyangkut rencana jalan; utilitas air bersih, Iistrik, dan air kotor; fasilitas umum dan fasilitas sosial; serta cluster-cluster yang direncanakan.
Supply: penyaluran; pengadaan; suatu istilah ekonomi yang menunjukkan besarnya tingkat penyaluran objek properti.
Turn over: balik modal; impas; suatu istilah ekonomi yang biasa digunakan untuk menggambarkan waktu balik modal dari sebuah investasi.
Turn-key: tukar kunci; waktu penyerahan kunci rumah dari pengembang atau kontraktor kepada pemilik.
Urban: Daerah perkotaan.
Wait and see: menunggu dan melihat; suatu istilah yang lebih cenderung merupakan strategi tindakan untuk diam dan mengamati sambil menunggu saat yang tepat memulai tindakan berikutnya.

DAERAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN

3/23/2010 10:17:00 AM / /





Luas Tanah = 2600 m2
Surat: SHM
Harga : Rp. 1,8 juta / m 2 (nego)
Lokasi : Jl. M. Kahfi 2

Label:

DAERAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN

3/23/2010 10:00:00 AM / /


LUAS TANAH = 160 m2,
Surat AJB.
Bentuk tanah L (ngantong)
Rp.1,6 juta / m2
Lokasi Jl. Muhammad Kahfi 1

Label:

DIJUAL SEGERA 1 UNIT RUMAH DALAM TOWN HOUSE 16 RUMAH

DIJUAL SEGERA 1 UNIT RUMAH DALAM TOWN HOUSE 16 RUMAH